Your Ad Here

Thursday, May 31, 2012

Indonesia Jadi Harapan BlackBerry

Indonesia Jadi Harapan BlackBerry
Washington, AS - Produsen BlackBerry, Research in Motion (RIM) dinilai menghadapi ujian berat tahun 2012 ini. Kewalahan menghadapi iPhone dan Android serta performa bisnis yang terus menurun membuat RIM harus bertindak cepat.

Para analis memperingatkan RIM bisa saja terjatuh lebih dalam. Terlebih, RIM telah mengeluarkan perkiraan keuangan terbaru di mana mereka menyatakan kemungkinan akan kembali merugi dalam kuartal terakhir. Sebelumnya, mereka telah rugi sekitar USD 125 juta.

RIM memutuskan menyewa firma investasi JP Morgan Securities dan RBC Capital Markets untuk membantu mereka menganalisis berbagai pilihan. Opsi dimaksud bisa jadi penjualan atau reorganisasi.

Survei dari biro riset IDC mengungkap bahwa Android saat ini menguasai pangsa pasar smartphone global sebesar 59%, diikuti Apple dengan 23%. Sedangkan BlackBerry 6,4%, menurun dari 13,6% tahun lalu.

Di pasar Amerika Serikat, hanya sekitar 5% pembeli smartphone memilih BlackBerry dalam 3 bulan terakhir, berdasarkan survei Nielsen. "Outlook kami adalah tahun 2012 akan sangat berat bagi RIM," kata Roberto Cozza, analis di Gartner.

Cozza menyatakan, peluncuran platform baru BlackBerry 10 sekitar akhir tahun ini mungkin tak banyak membantu. Bahkan kalaupun sukses, BlackBerry 10 kemungkinan kurang terdengar gaungnya karena bersamaan dengan rilis iPhone terbaru.

Terlebih lagi, para developer aplikasi lebih banyak berinvestasi di iPhone dan Android. "Mereka ingin kaya dan terkenal. Jadi BlackBerry 10 akan jadi pilihan keempat. Bahkan Microsoft-Nokia lebih menarik," lanjut Cozza.

Namun seperti dikutip dari AFP, Kamis (31/5/2012), RIM masih punya kekuatan. Terutama pelanggan mereka yang masih loyal.

"Mereka masih punya pengguna yang loyal di sektor pemerintahan dan bisnis. Dan di bagian dunia lain seperti Amerika Latin dan Indonesia, mereka adalah brand consumer yang memimpin," kata Jack Gold, analis di J.Gold Associates.

Sumber : detik.com

0 comments:

Post a Comment