Your Ad Here

Wednesday, May 30, 2012

Manisnya Bisnis Perjodohan "Online"

Manisnya Bisnis Perjodohan "Online"
Sekarang memang sudah bukan zamannya Siti Nurbaya, namun nyatanya, orang-orang masih sering dicarikan jodoh. Bukan dijodohkan oleh orang tua, melainkan lewat situs-situs internet yang menawarkan jasa tersebut.

Seperti yang terjadi di China, mencari jodoh secara online belakangan menunjukkan tren meningkat.

Di Negeri Tirai Bambu ini, bisnis "pasar jodoh" dunia maya didominasi oleh situs Jiayuan.com dan Zhenai.com. Keuntungan yang dihasilkan oleh keduanya tergolong lumayan. Pada Maret tahun lalu, Jiayuan.com mendapat labar sebesar Rp 14,5 miliar.

Nilai industri online dating di China pun diproyeksikan akan tumbuh dari 72 juta dollar AS di tahun 2010 menjadi 301 juta dollar AS (sekitar Rp 2,8 triliun) pada 2015.

Popularitas situs kencan online sejalan dengan karakter demografis China. Para lelaki bujangan seringkali harus mengandalkan sumber online untuk mencari pasangan karena sulit mencari jodoh dengan cara tatap muka.

Gara-garanya, terdapat kesenjangan gender atau ketimpangan jumlah pria dan wanita yang makin lama makin melebar.

Pada 2016, diperkirakan jumlah pria lajang di China akan berjumlah 30 persen lebih banyak daripada jumlah wanita single, menurut data sensus tahun 2010.

Layanan mencari jodoh juga disediakan oleh situs-situs lainnya seperti Match.com yang populer di Amerika Utara dan Eropa, serta OKCupid.com yang menunjukkan potensi serupa di daerah Asia. Tertarik mencoba?

Sumber : KOMPAS.com

0 comments:

Post a Comment