Your Ad Here

Wednesday, May 30, 2012

Banyak Ide Baru di Djarum Black Innovation Award 2012

Banyak Ide Baru di Djarum Black Innovation Award 2012
Suasana penjurian 50 besar Djarum Black Innovation Award 2012.
JAKARTA - Djarum Black Innovation Awards 2012 memasuki tahap seleksi 50 besar. Penjurian untuk mendapatkan 50 produk terbaik dilakukan Rabu (30/5/2012) hari ini di Hotel Grand Kemang, Jakarta.

Salah satu anggota dewan juri, Yoris Sebastian, mengatakan bahwa secara umum karya para peserta lebih baik dari tahun sebelumnya.

"Kualitas top 50 pada tahun ini lebih berkualitas dari top 50 pada tahun lalu," kata Yoris.

Yoris mengatakan bahwa ada banyak ide baru yang lahir dari para peserta meski inovasi terbanyak tetap lahir dari kategori transportasi.

Bre Redana, wartawan yang juga menjadi juri dalam kompetisi ini mengatakan bahwa ada 2 kategori baru yang dilombakan tahun ini.

Sebelumnya, kompetisi ini hanya melombakan kategori perlengkapan rumah, kerja, waktu senggang, serta perlengkapan mengendara.

"Tahun ini ada kategori alam dan kepedulian sosial. Untuk alam, ini lebih terkait dengan usaha go green," kata Bre.

Meskipun merupakan kategori baru, cukup banyak peserta yang menghasilkan karya untuk dilombakan di kategori tersebut.

Salah satu karya dalam kategori alam, kata Bre, adalah polybag dengan bahan organik. Polybag ini bisa diuraikan oleh lingkungan dan lebih praktis.

Bre menuturkan, secara total, jumlah peserta yang mendaftar di BIA 2012 ada sekitar 2.600 peserta, sementara yang mengirimkan ada 900 karya.

Yang berbeda dari tahun lalu, tahun ini juri lebih mudah menyeleksi karya peserta karena dilakukan secara terkomputerisasi lewat aplikasi. Juri tidak lagi harus membaca propsal karya berupa tumpukan kertas.

Pada tahap berikutnya, 50 karya akan diseleksi lagi sehingga mendapatkan 20 karya paling unggul. Tahap penjurian berikutnya adalah pada 4 Juli 2012.

Djarum BIA 2012 menyiapkan hadiah total 160 juta bagi pemenang dan finalis. Pemenang juga akan mendapatkan kesempatan berkunjung ke 100% Design Shanghai.

Sumber : KOMPAS.com

0 comments:

Post a Comment